Cabe Rawit

Dijamin Kagak Pedes & Sangat Ilmiah

Archive for the ‘Satire’ Category

Kyai Bener-bener Kagak Ilmiyah!!!

Posted by Cabe Rawit pada Oktober 28, 2008

Soal Jumlah Feremfuan dan laki-laki

Cabe Rawit : “Kyai, kenafa jumlah feremfuan lebih banyak dibanding laki-laki?”
Kyai Tukul : “Itu karena proses penciptaan perempuan jauh lebih mudah daripada laki-laki”
Cabe Rawit : “Maksud kyai?”
Kyai Tukul : “Begini, kalau perempuan, sewaktu sudah berbentuk janin sempurna, proses finishingnya tinggal dibelah saja tengahnya. Tapi kalau laki-laki, sewaktu finishing ada proses menarik-narik bagian tengah sampai berbentuk seperti pohon kelapa, lalu kemudian disempurnakan dengan membuat dua bulatan di bawahnya. Kadang-kadang ada juga yang reject, misalnya kurang satu atau malah kelebihan satu. Makanya lebih lama membuatnya”
Cabe Rawit : “Oooh…” 😯

 

Soal Waktu Salat Faling Utama

Suatu ketika, kyai Tukul ketahuan belum salat dhuhur, fadahal waktu hamfir menjelang ashar. Cabe Rawit kemudian bermaksud menyindir kyai Tukul dengan cara fura-fura bertanya.
Cabe Rawit : “Kyai, setahu ane waktu melaksanakan salat yang faling utama adalah di awal waktu. Betul gak kyai?”
Kyai Tukul : (sadar sedang disindir santrinya) “Memang betul. Tapi ada yang jauh lebih utama, yaitu melaksanakannya di akhir waktu”.
Cabe Rawit : “loh… kenafa kyai?”
Kyai Tukul : “Jika kita melaksanakan salat di akhir waktu mendekati waktu salat selanjutnya, maka kita akan mendapatkan dua pahala. Pertama, pahala karena melaksanakan salat. Kedua, pahala karena tidak jadi bermaksiyat, yaitu meninggalkan salat. Seperti halnya orang yang akan berzina, tapi kemudian tidak jadi, ia akan mendapat pahala atas perbuatannya mengurungkan niat untuk berzina”.
Cabe Rawit : “Oooh…” 😯

 

Soal Alasan berpoligami

Kyai Tukul baru saja melangsungkan fernikahan dengan istri keduanya. Ya, kyai Tukul berpoligami. Cabe Rawit yang memang serba ingin tahu dan kritis pada satu kesempatan memberanikan diri untuk bertanya kefada kyai Tukul.
Cabe Rawit : “Kyai, kenafa kyai memutuskan untuk menikah lagi?”
Kyai Tukul : “Itu karena Siti Juleha (nama istri keduanya) bersedia saya nikahi”
Cabe Rawit : “Oooh…” 😯

 

Soal Kuntil Anak

Dalam kesempatan pengajian di masjid sehabis salat isya, kyai Tukul menasihati fara santrinya agar tidak fercaya afalagi takut kefada makhluk halus atau hantu seferti sundel bolong, kuntil anak, sundel bolong, pocong dan yang semacamnya. Saat asyik memberikan materi, kyai Tukul kebelet kefengen fifis. Maka beranjaklah beliau ke WC yang kebetulan bersebelahan dengan masjid. Tak dinyana, kyai Tukul bertemu dengan kuntil anak di WC tersebut. Kontan saja beliau berteriak-teriak ketakutan lalu kemudian semafut, pingsan. Setelah siuman, Cabe Rawit bermaksud mengolok-olok kyai Tukul.
Cabe Rawit : “Kyai kok seferti yang ketakutan setengah mati samfai fingsan segala. Kenafa kyai?”
Kyai Tukul : “Saya melihat kuntil anak!”
Cabe Rawit : “loh, bukannya kyai sendiri yang bilang kalau kita kagak usah takut dengan makhluk begituan?”
Kyai Tukul : “Iya betul, tapi masalahnya kuntil anak yang satu ini jeleknya kebangetan!”
Cabe Rawit : “Oooh…” 😯

Posted in Agama, Cabe Rawit, Celotehan, Cerita, Curhat, Dakwah, Humor, Iseng, Kisah, Manhaj, Nasihat, Pendidikan, Renungan, Sampah, Satire, Umum | 127 Comments »

Ane “Diperkosa” Sufaya Kembali Ke Khittah: Siaran Lagi…

Posted by Cabe Rawit pada Oktober 25, 2008

Assalaamu ‘alaikum warahmatullah.

Sodara-sodara yang ane cintai. Ijinkan sesekali ane mbahas hal yang ringan di blog ini. Mangkanya, fostingan kali ini akan bener-bener ringan. Ane cuma mau dikit ngebahas hal yang dijamin kagak bikin kefala harus mengkerut saat ngebacanya.

Sefertinya kagak salah dan sah-sah saja kalau blog Cabe Rawit kagak melulu ngebahas hal-hal yang ilmiyah, kaku, retoris dan serba referencial. Karena biar bagaimanafun, dan sefandai afafun ane *bletak! Dezig! Jeduk!*, ane tetef sosok manusia biasa yang kagak lufut dari rasa bosan dan juga kefengen sesekali merasakan sensasi kenikmatan “menulis bebas”, berkarya tanfa terikat oleh kaidah-kaidah ilmiyah, tata aturan penulisan, tujuan normatif menulis, EYD, diksi dan hal-hal yang seringkali membuat banyak orang merasa kagak bisa menulis, atau belum fantas menulis, terlebih memfublikasikannya.

Oh iya, selaen alasan di atas, ane juga funya obsesi agar blog ane ini kagak cuman dikonsumsi oleh kalangan terpelajar, akademisi, ilmuwan dan mahasiswa tingkat tinggi (mahasiswa tingkat rendah ada gitu? 😯 ) seferti selama ini. Ane bukannya kagak ngerasa bangga jika mendafati fostingan-fostingan ane di Blog Cabe Rawit ternyata banyak dijadikan rujukan atau referensi mahasiswa S1, S2, dan S3 baik buat referensi skripsi, tesis, seminar ilmiyah, makalah, dan laen sebagainya. Jujur saja, ane bangga kok, ane bangga… *dilemfar onta*.

Akan tetafi, sefertinya nilai prestisius atas karya-karya ane ini *halah* akan funya nilai lebih, justeru ketika afa yang ane tulis ternyata juga dibaca, difahami, syukur-syukur mengilhami atau menginsfirasi “kalangan bawah”.

Buat ane fribadi, seandainya tulisan-tulisan ilmiyah atau fostingan masterpiece ane mamfu menarik minat baca kalangan terpelajar, akademisi dan ilmuwan, menurut ane itu sih kagak aneh. Toh, mereka fada dasarnya adalah orang-orang yang sudah memiliki kesadaran akan fentingnya membaca, selain tentunya mereka memang membutuhkan sumber-sumber bacaan tertentu ditambah dengan tulisan-tulisan ane. Kalau mereka faham ama maksud tulisan ane, itu juga kagak aneh. Lha wong mereka memang “terbiasa” mencerna sebuah tulisan.

Beda halnya jika kemudian afa yang kita tulis, ternyata mamfu menggelitik minat baca orang yang kagak suka baca. Difahami oleh orang yang susah faham kalau membaca sesuatu. Mudah dicerna oleh orang yang memang funya masalah dengan “pencernaan otak” :mrgreen: .dan ternyata, menghasilkan karya tulis yang seferti demikian itu susah-susah gamfang. Hmmm… Bukankah lebih mudah “mengajari” mahasiswa, ketimbang “mengajari” anak SD? 😀

 

Nah, kesimfulan dari afa yang ane fafarkan di atas adalah:

Insya Allah, per tanggal 1 November 2008. Ane siaran lagi di radio **** FM. Ane mengudara dari jam 4 sore sampe 8 malem, jadinya 4 jam non stop euy! 🙄 Satu minggu ini, ane kudu in-box dulu di kawah chandra dhimuka.

Yah… sekalifun sudah hamfir satu taon berhenti siaran, tafi demi Sahnaz Haque, Om Farhan, ama takdzim ane ke Wak Dedy Mizwar… ane rela “Diferkosa” sufaya kembali ke khittah: Siaran…

Mhuahahaha… Wassalam… :mrgreen:

Posted in Agama, Cabe Rawit, Celotehan, Cerita, Curhat, Iseng, komunikasi, Manhaj, Nasihat, Pendidikan, Radio, Renungan, Sampah, Satire, Umum, Woro-woro | 44 Comments »