Cabe Rawit

Dijamin Kagak Pedes & Sangat Ilmiah

Archive for the ‘Kawin’ Category

Teliti Memilih -Calon- Istri

Posted by Cabe Rawit pada Maret 13, 2008

Di tengah hiruk pikuk postingan di berbagai blog mengenai susu yang tercemar bakteri, perbincangan mengenai pelem Ayat-ayat Cinta yang belom juga berkesudahan, donlotan soal-soal UAN & SPMB serta  update-an terbaru anti virus, ternyata tidak sedikit pula beberapa blogger yang asyik membicarakan soal pernikahan.

Mulai dari yang sekedar meminta doa agar segera dipertemukan dengan jodoh, ngajakin nikah, yang pasang target tahun ini kudu sudah menikah sampey yang woro-woro mau segera menikah. Oh ya, termasup juga yang bicara soal status jomblo yang sefertinya masih betah bersemayam. :mrgreen:

Sebagey mahasiswa tingkat 2 fakultas ekonomi, tentu saja hal ini menarik perhatian dan menggelitik sisi gelap kemanusiaan ane. Rasa tanggungjawab atas status mahasiswa ekonomi inilah yang kemudian melahirkan postingan ini. :mrgreen:

Kali ini,  ane akan berbagi tips, yang bisa dijadiin sebagey pegangan bagi setiap insan di dunia ini yang belum menemukan tambatan hatinya atau yang berhasrat segera memasuki dunia pergaulan bebas yang halal menurut syar’i. 

Dari judulnya, sodara-sodara tentu mafhum bahwa postingan ini lebih ditujukan kepada korps bani Adam. Untuk korps banat Hawa, silahkan nodong tulisan mengenai hal serupa kepada mpok Chika, Buana Dara, Takochan atau mpok Itik Kecil.

Ada sebuah pepatah dalam bahasa Sunda, yang ujarnya adalah: “kudu asak-asak ngejo, bisi tutung tambagana. Kudu asak-asak nenjo, bisi kaduhung jagana.” Artinya kurang lebih, “harus benar-benar matang dalam menjatuhkan pilihan, agar tidak menyesal di kemudian hari”. Persis seperti yang dimaksud oleh pepatah, “guru kencing sambil berdiri, murid kencing sambil berlari“. Begitulah kira-kira…  

Pria normal tentu punya cita-cita kepengen memiliki istri yang sempurna. Sempurna dalam pengertian bersedia dipoligami menarik secara fisik, baik hatinya, keibuan, salehah, cerdas, kaya, berlibido tinggi dan subur. :mrgreen: Pada dasarnya keinginan untuk mendapatkan calon istri seperti yang demikian itu tidak salah. Karena Nabi SAW sendiri telah mewartakan kepada kita bahwa -pada umumnya- seseorang wanita dinikahi karena 4 hal; rupa dan fisik, materi, garis keturunan dan agamanya. Akan tetapi Nabi memberikan penekanan terhadap faktor agama, karena hanya agamalah yang benar-benar akan “mengikat” hati seorang suami. Ane memahami kata “mengikat” (taribat yadaaka) sebagey: membahagiakan, menenangkan dan menyelamatkan. 

Selaen ke 4 faktor di atas, yang tidak kalah penting adalah ketelitian kita dalam mengenali dan memahami siapa calon istri kita sesungguhnya. Membeli barang saja kudu teliti, afalagi calon istri! 😈

Berikut ini hal-hal laen yang kudu diperhatiin dan menuntut ketelitian serta kejelian ketika memilih calon istri:

bencong-asli.jpg1. Selidiki status jenis kelaminnya agar sodara haqqul yakin. Caranya mudah, perhatikan saja caranya fifis. Jika ternyata dia fifisnya sambil berdiri, maka kemungkinan besar dia adalah… Waria! (Dalam pembahasan fikih, waria atau wadam disebut KHUNNAS. Dalam fikih, khunnas dibahas secara khusus terkait dengan status hukumnya dalam bab munakahat, waris, imamah dan ibadah)

hantu-kepala-putus.jpg2. Hubungan yang baik bisa tercipta dan terjaga keharmonisannya jika terjalin komunikasi yang baek di antara pasangan suami istri.  Sekat komunikasi atau tidak lancarnya komunikasi antara pasangan suami istri adalah sebab awal terjadinya petaka dalam rumahtangga.  Oleh karena itu, agar komunikasi di antara sodara dengan istri anda kelak tetap baik, maka pastikan dia memiliki… Kepala!

3. Komunikasi memang penting, karenanya keberadaan kepala menjadi sangat fundamental. Akan tetapi, fastikan pula bahwa dia juga memiliki… Badan! Jika tidak berbadan, bisa difastikan dia termasup sejenis hantu tanpa kepala, mirip-mirip hantu jeruk purut yang legendaris itu.  Na’uudzubillahi mindzaalik (kami memohon perlindungan kepada Allah, dari hal tersebut).

kuntil-anak.jpg4.  Waspadalah dengan perempuan yang kagak mau diliat afalagi disentuh punggungnya. Siapa tahu ternyata calon bini sodara punggungnya… Bolong! Kalau ternyata bolong, yakinlah bahwa dia adalah sejenis Kuntil Anak atau Sundel Bolong. Na’uudzubillahi mindzaalik.

5. Perhatikan pula kebiasaannya yang paling mendasar, yaitu caranya memakai alas kaki atau sepatu. Karena bisa saja, ternyata dia punya kebiasaan memakai alas kaki… kiri dua-duanya! 👿

6. Perempuan biasanya senang memakai minyak wangi. Nah, perhatikan jenis dan merek yang biasanya difakai. Siapa tahu calon bini sodara ternyata senang memakai minyak… Rem! :mrgreen:

Selamat memilih calon istri dengan teliti… Dan buat Bungaku, adinda sudah aa teliti dengan jeli… :mrgreen:

Pada postingan selanjutnya, insya Allah ane bakalan ngejelasin mengenai bageymana cara menaklukkan calon mertua agar sayang dan mau menerima kita menjadi menantunya. :mrgreen:

Tulisan terkait:

Iklan

Posted in Agama, Artikel, Cabe Rawit, Celotehan, cinta, Curhat, Humor, Iseng, Jomblo, Kawin, Nasihat, Ngelamar, Renungan, Sampah, Tips, Umum, Woro-woro | 161 Comments »

Mohon Sumpah Serapahnya, Ane Mau Ngelamar…

Posted by Cabe Rawit pada Februari 16, 2008

 Setelahnya ane memberikan tausiyah penuh hikmah juga sarat dengan kebenaran buat para anggota IJOT pada postingan sebelumnya, sekaligus sebagai pernyataan pengunduran diri sebagai Ketua Umum IJOT yang telah ane pegang selama bertahun-tahun, maka dengan ini ane sampeykan bahwa akhirnya ada seorang gadis cantik -sebut saja Bunga-, berkerudung putih (emang selalu putih, kagak punya warna laen), pinter dan berlibido tinggi lembut hati-na yang beruntung mendapatkan cinta ane. Dan yang terpenting, si gadis yang beruntung itu adalah seorang mahasiswi kedokteran semester 2 yang masih bisa dikategorikan sebagai ABG tralala tingkat akhir :mrgreen:

mahasiswi-kerudung.jpgBerikut ane sampeykan kronologis pertemuan ane dengan Bunga yang berakhir dengan rencana serah terima cinta dan niat untuk mengikatkan diri dalam ikatan suci nan diridloi Tuhan. Semoga, Bunga menjadi tambatan hati yang pertama dan terakhir. Ane berharap, semoga Bunga adalah jawapan Tuhan atas semua mantra dan jampi-jampi yang sering ane panjatkan selama ini. Amin…

  1. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 02.35: Ane tenggelam dalam kekhusyuan salat tahajud yang dibalut dengan gelapnya malam dan dinginnya udara. Ane berdoa entah untuk yang kesekian juta kalinya, memohon kepada Dzat Yang Maha Menggenggam, agar segera ada gadis yang beruntung mendapatkan ane. Tidak lupa ane sedikit maksa agar si gadis yang beruntung itu adalah mahasiswi kedokteran.

  2. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 03.00: Ane kemudian terlelap tidur, sambil berharap dapat melanjutkan mimpi ketemu tetangga ane yang sukses itu…

  3. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 06.30: Ane bangun kesiangan, belingsatan lari ke kamar mandi untuk mandi besar, habis itu ane subrang (subuh beurang) dijamak ama salat dhuha. Lagi-lagi ane tenggelam dalam dekapan kekhusyuan doa yang sama…

  4. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 07.30: Sedikit ngelap-ngelap si Kawasaki Ninja biar kagak keliatan terlalu jorok. Habis itu, terus ngacir ke kampus. Kampus ane memang di Dipati Ukur, tapi biasa-na ane motong jalan ke Jatinangor nyatronin Fakultas Kedokteran, baru ke Dipati Ukur. Lumayan, perjalan ke kampus jadi makan waktu 2 jam lebih dari tempat kost ane di Tubagus Ismail. Padahal kalo langsung ke Dipati Ukur, paling cuma 5 menit. :mrgreen:

  5. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 08.03: Sampeylah ane di Kampus Jatinangor. Setelah memarkirkan si Ninja, ane bergegas menuju kantin di mana biasa-na banyak sekali mahasiswa kelaparan yang  sedang memberikan nafkah lahir kepada perutnya masing-masing. Berkait-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, besar pasak daripada tiang, tong kosong nyaring bunyinya, sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga, alah bisa karena biasa. Itulah peribahasa yang mungkin dapat menggambarkan betapa beruntungnya ane, karena ketika usai memesan air putih gratis (kalo kopi pan kudu bayar! 👿 ) di pojok kantin masih tersisa satu tempat duduk lagi. Yang bikin ane happy, tepat di depan kursi kosong tersebut, bersemayam seorang gadis berkerudung putih nan cantik rupawan, berkulit kuning langsat, berhidung mancung dan berbibir merah merekah. “Akhir-na tiba juga saat yang diarep-arepin selama hampir 2 taon hunting…” Begitu fikir ane. Maka segeralah ane duduk di kursi kosong nan beruntung itu. Ane lupa bagemana tiba-tiba kami berdua terlibat obrolan panjang, yang ane inget cuma pertanyaan pertama si mahasiswi yang akhirna ane tau namanya -sekali lagi sebut saja Bunga-, “kok cuma air putih..??? Biar gratis ya?” Terhenyaklah sukma ane semerta mendengar pertanyaan tersebut. Maka segeralah ane jawab dengan jawaban diplomatis agar harga diri ane tetap terjaga. “Oh, enggak… Kebetulan ane lagi puasa sunnat Senin.” Begitu jawapan ane, dan ane rasa si Bunga cukup puas dengan jawapan ane ini. 😯 Karena Bunga harus segera masup kuliah, maka diakhirilah obrolan menyenangkan tersebut, kagak lupa ditutup ama saling tuker nomer HP, nomer kartu kredit, nomer KTM, nomer password, nomer celana, ama nomer-nomer laennya. Ah… betapa berbunga-bunganya hati ane. Dan ane yakin si Bunga lebih berbunga-bunga. :mrgreen:

  6. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 09.30: Ane sampey kampus Dipati Ukur, masup kelas, kuliah ampe jam 13.45, terus balik ke kost-an dengan kefala yang terus dipenuhi wajah Bunga. Kemanapun ane memandang, wajah-na selalu membayang… Ane jatuh cinta!

  7. Senin, 11 Februari 2008. Pukul 20.01: Ane sms bunga, isinya: “Assalamu ‘alaekum Bunga, masih inget ama ane Cabe Rawit yang ketemu di Kantin… yang lagi puasa sunnat senin jadi cuma mesen air putih?” Tidak lama berselang, Bunga reply sms ane, “Wa ‘alaikumussalam, ya ingat atuh. Saya salut sama Aa Cabe yang rajin ibadah. Oh iya, lagi apa Aa?” Dst… dst.. kami berchat sms. Akhir-na ane putuskan buat nelepon langsung, kebetulan nomer ane ama bunga sama-sama Esia. Esia permenitnya cuma 55 perak dengan sesama esia. Murah dan praktis, bisa di bawa ke luar kota dengan fasilitas GOGO. Cukup ketik 6060 spasi nomor Esia anda spasi kode are tujuan dan kirim atau hubungi operator *6060. :mrgreen:

Itulah sepenggal kronologis pertemuan ane ama Bunga. Setiap hari kami saling berkomunikasi via telepon, juga ketemu di kantin kampus. Benih-benih cinta rupanya tumbuh dalam hati kami masing-masing. Ane jatuh cinta dengan sikapnya yang lembut, perhatian, pinter, berkerudung dan status mahasiswi kedokterannya. Sedangkan Bunga, ane yakin dia juga jatuh cinta sama ane karena melihat banyak kelebihan pada diri ane, selaen soleh, tampan, smart, cute dan punya masa depan yang menjanjikan. :mrgreen:

Malam ini, kebetulan malam minggu. Ane sudah bilang akan datang ke kost-annya untuk menyampeykan sesuatu. Bunga sangat antusias, dan sepertinya dia tau kalo ane akan “nembak”, karena belum apa-apa Bunga sudah menjawab, “saya juga sama….” 😯

Oleh karena, ane mohon sumpah serapahnya, karena malem ini ane mau ngelamar Bunga… Sodara-sodara bisa milih sumpah serapahnya pada pilihan di bawah ini:

1. Dasar Cabe Imut, ane sumpahin ente berhasil!!! 👿

2. Dasar Ganteng, Biar disamber rejeki berlimpah ama diterima lamarana-na!!! 👿

3. Cuih… Dasar mahasiswa Cute, si Bunga ane sumpahin biar nerima lamaran ente!!! 👿

4. Ane sumpahin ente ama si Bunga jadi keluarga yang sakinah kelak!!! 👿

5. Silahkan bikin sumpah serapahnya sendiri, kalo kagak mau ambil pilihan di atas!!! :mrgreen:

Salam pedes dari ane.

 

Posted in Agama, Blogger, Cabe Rawit, Celotehan, Cerita, Curhat, Iseng, Kajian, Kawin, Manhaj, Nasihat, Ngelamar, Pendidikan, Renungan, Sampah, Umum | 162 Comments »