Cabe Rawit

Dijamin Kagak Pedes & Sangat Ilmiah

Archive for the ‘Artikel’ Category

Teliti Memilih -Calon- Istri

Posted by Cabe Rawit pada Maret 13, 2008

Di tengah hiruk pikuk postingan di berbagai blog mengenai susu yang tercemar bakteri, perbincangan mengenai pelem Ayat-ayat Cinta yang belom juga berkesudahan, donlotan soal-soal UAN & SPMB serta  update-an terbaru anti virus, ternyata tidak sedikit pula beberapa blogger yang asyik membicarakan soal pernikahan.

Mulai dari yang sekedar meminta doa agar segera dipertemukan dengan jodoh, ngajakin nikah, yang pasang target tahun ini kudu sudah menikah sampey yang woro-woro mau segera menikah. Oh ya, termasup juga yang bicara soal status jomblo yang sefertinya masih betah bersemayam. :mrgreen:

Sebagey mahasiswa tingkat 2 fakultas ekonomi, tentu saja hal ini menarik perhatian dan menggelitik sisi gelap kemanusiaan ane. Rasa tanggungjawab atas status mahasiswa ekonomi inilah yang kemudian melahirkan postingan ini. :mrgreen:

Kali ini,  ane akan berbagi tips, yang bisa dijadiin sebagey pegangan bagi setiap insan di dunia ini yang belum menemukan tambatan hatinya atau yang berhasrat segera memasuki dunia pergaulan bebas yang halal menurut syar’i. 

Dari judulnya, sodara-sodara tentu mafhum bahwa postingan ini lebih ditujukan kepada korps bani Adam. Untuk korps banat Hawa, silahkan nodong tulisan mengenai hal serupa kepada mpok Chika, Buana Dara, Takochan atau mpok Itik Kecil.

Ada sebuah pepatah dalam bahasa Sunda, yang ujarnya adalah: “kudu asak-asak ngejo, bisi tutung tambagana. Kudu asak-asak nenjo, bisi kaduhung jagana.” Artinya kurang lebih, “harus benar-benar matang dalam menjatuhkan pilihan, agar tidak menyesal di kemudian hari”. Persis seperti yang dimaksud oleh pepatah, “guru kencing sambil berdiri, murid kencing sambil berlari“. Begitulah kira-kira…  

Pria normal tentu punya cita-cita kepengen memiliki istri yang sempurna. Sempurna dalam pengertian bersedia dipoligami menarik secara fisik, baik hatinya, keibuan, salehah, cerdas, kaya, berlibido tinggi dan subur. :mrgreen: Pada dasarnya keinginan untuk mendapatkan calon istri seperti yang demikian itu tidak salah. Karena Nabi SAW sendiri telah mewartakan kepada kita bahwa -pada umumnya- seseorang wanita dinikahi karena 4 hal; rupa dan fisik, materi, garis keturunan dan agamanya. Akan tetapi Nabi memberikan penekanan terhadap faktor agama, karena hanya agamalah yang benar-benar akan “mengikat” hati seorang suami. Ane memahami kata “mengikat” (taribat yadaaka) sebagey: membahagiakan, menenangkan dan menyelamatkan. 

Selaen ke 4 faktor di atas, yang tidak kalah penting adalah ketelitian kita dalam mengenali dan memahami siapa calon istri kita sesungguhnya. Membeli barang saja kudu teliti, afalagi calon istri! 😈

Berikut ini hal-hal laen yang kudu diperhatiin dan menuntut ketelitian serta kejelian ketika memilih calon istri:

bencong-asli.jpg1. Selidiki status jenis kelaminnya agar sodara haqqul yakin. Caranya mudah, perhatikan saja caranya fifis. Jika ternyata dia fifisnya sambil berdiri, maka kemungkinan besar dia adalah… Waria! (Dalam pembahasan fikih, waria atau wadam disebut KHUNNAS. Dalam fikih, khunnas dibahas secara khusus terkait dengan status hukumnya dalam bab munakahat, waris, imamah dan ibadah)

hantu-kepala-putus.jpg2. Hubungan yang baik bisa tercipta dan terjaga keharmonisannya jika terjalin komunikasi yang baek di antara pasangan suami istri.  Sekat komunikasi atau tidak lancarnya komunikasi antara pasangan suami istri adalah sebab awal terjadinya petaka dalam rumahtangga.  Oleh karena itu, agar komunikasi di antara sodara dengan istri anda kelak tetap baik, maka pastikan dia memiliki… Kepala!

3. Komunikasi memang penting, karenanya keberadaan kepala menjadi sangat fundamental. Akan tetapi, fastikan pula bahwa dia juga memiliki… Badan! Jika tidak berbadan, bisa difastikan dia termasup sejenis hantu tanpa kepala, mirip-mirip hantu jeruk purut yang legendaris itu.  Na’uudzubillahi mindzaalik (kami memohon perlindungan kepada Allah, dari hal tersebut).

kuntil-anak.jpg4.  Waspadalah dengan perempuan yang kagak mau diliat afalagi disentuh punggungnya. Siapa tahu ternyata calon bini sodara punggungnya… Bolong! Kalau ternyata bolong, yakinlah bahwa dia adalah sejenis Kuntil Anak atau Sundel Bolong. Na’uudzubillahi mindzaalik.

5. Perhatikan pula kebiasaannya yang paling mendasar, yaitu caranya memakai alas kaki atau sepatu. Karena bisa saja, ternyata dia punya kebiasaan memakai alas kaki… kiri dua-duanya! 👿

6. Perempuan biasanya senang memakai minyak wangi. Nah, perhatikan jenis dan merek yang biasanya difakai. Siapa tahu calon bini sodara ternyata senang memakai minyak… Rem! :mrgreen:

Selamat memilih calon istri dengan teliti… Dan buat Bungaku, adinda sudah aa teliti dengan jeli… :mrgreen:

Pada postingan selanjutnya, insya Allah ane bakalan ngejelasin mengenai bageymana cara menaklukkan calon mertua agar sayang dan mau menerima kita menjadi menantunya. :mrgreen:

Tulisan terkait:

Posted in Agama, Artikel, Cabe Rawit, Celotehan, cinta, Curhat, Humor, Iseng, Jomblo, Kawin, Nasihat, Ngelamar, Renungan, Sampah, Tips, Umum, Woro-woro | 161 Comments »

Tetangga Ane Sukses Karena…

Posted by Cabe Rawit pada Februari 10, 2008

Oleh: As-Syaikh Abu So’ Taahu Lamma Lakuna bin Laa Fayu-fayu al-Kasiyan Dah Ana, Lc. (Alias Cabe Rawit)

Bismillaahirrahmaanirrahim.

Ane punya cerita.  Ada tetangga ane yang sekarang hidupnya boleh dikata sukses. Bagemana kagak dibilang sukses? Bini cakep, rumahnya gedong betingkat 2 lengkep ama tamannya. Mobil 2 biji, keluaran paling baru. Ane taksir harga kedua mobilnya nyampe 500 jutaan. Belom motor gede kayaknya punya Retorika yang saban Sabtu-Minggu dipake touring ke luar kota. Pokok-na, secara materi sukses dah. Terus secara ruhani kira-kira gimana? Kalo dari penglihatan mata batin ane, tetangge ane ini hidupnya tenang, tentram bahagia, kagak pernah ane denger dia misuh-misuh sama orang laen. Pokoknya adem gitu…

Kalo sohib-sohib tanya sama ane, entu orang kok bisa sukses ya? Siapa tahu, kali aja emang kaya dari sononya? Nah, ane jawab kagak begitu. Soalnya ane tau banget enyak ama babenya gak bejibun ama harta, bahkan bisa dibilang pas-pasan.

Setau ane, tetangga ane itu orangnya jujur, pekerja keras, jarang ngeluh, kagak gampang putus asa dan baek ama setiap orang. Terus yang ane paling demen ama ini orang, dia ini rajin salat berjamaah di masjid, rajin ngelakonin puasa senen-kemis ama ngedawamin solat sunat dhuha setiap pagi sebelom pergi kerja. Terus, dia ini rajin sedekah sekalipun lagi merit atawa cekak dompetnya 😯 . Makin demen aja ane ama tetangga yang satu ini.  

Ane pernah iseng-iseng tanya ama dia, soal kiat-kiat ama doa apa yang suka dipanjatkan sampe bisa sukses kayak sekarang. Dia bilang ama ane,

Saya tidak merasa kaya. Saya juga tidak pernah minta kaya sama Allah. Saya cuma minta diberikan hati yang selalu merasa cukup dengan apapun yang dikaruniakan-Nya kepada saya. Jujur saja, saya lebih siap hidup miskin daripada hidup kaya.

Terus waktu ane tanya, apa ada hubungannya antara kesuksesan ama kebiasannya rajin salat berjamaah, puasa senen-kamis, solat sunnat dhuha juga sedekah. Dia jawab,

 “mungkin saja ada hubungannya. Sekalipun saya tidak melakukan semua itu karena ingin kaya atau sukses. Saya hanya merasa, dengan salat berjamaah saya selalu diingatkan tentang pentingnya kebersamaan, mematuhi aturan, taat pada pimpinan dan disiplin waktu.

Terus dia ngelanjutin,

Puasa senin-kamis, paling tidak membentengi saya dari nafsu untuk berbuat dosa dan menyakiti orang lain, termasuk rekan bisnis dan teman-teman sepekerjaan. Kalau salat sunnat dhuha, setiap kali saya melaksanakannya sebelum berangkat kerja, saya seolah-olah merasa mendapat energi tambahan untuk bekerja lebih giat, juga keyakinan bahwa hari ini Allah akan memberikan saya rejeki yang berkah, selama saya mau mencarinya.

Ane makin penasaran nih… Mangkanya ane serbu lagi ama pertanyaan soal sedekah. Jawabnya,

Sedekah yang saya berikan, tidak pernah saya anggap sebagai pengeluaran, tapi sebagai pemasukan. Karena dari setiap sedekah yang dikeluarkan, saya mendapatkan banyak doa dari yang menerimanya. Saya kira, itu jauh lebih bernilai daripada uang.

Biar sekedar mimpi di siang boloing, ane jadi malu ama diri sendiri… Tapi tergugah!!! 🙂

Maaf, postingnya tanpa skrinsyut. Salam pedes dari ane…. 

 

Posted in Agama, Aqidah, Artikel, Blogger, Bujang, Cabe Rawit, Celotehan, Cerita, Curhat, Dakwah, Iseng, Kajian, Manhaj, Nasihat, Pendidikan, Renungan, Sampah, Umum | 75 Comments »

Nasihat Buat Anggota IJOT (Ikatan Jomblo Akut)

Posted by Cabe Rawit pada Februari 8, 2008

Oleh: As-Syaikh Abu Lamma Lakuna bin Laa Fayu-fayu al-Kasiyan Dah Ana, Lc. (Alias Cabe Rawit)

dzr2.jpgAssalaamu ‘alaekum warahmatullah. Pada kesempatan ini, perkenankan ane buat nyampein seuntai nasehat khusus buat sohib-sohib yang ini hari masih pada ngejomblo. Sebagai senior jomblo, ane merasa punya tanggungjawab moral buat ngebimbing yang lebih junior atawa adik-adik, supaya mereka kagak tersesat dan terjerumus ke dalam kemaksiyatan, misalnya jadi belajar pelet, atawa yang lebih parah menjadi homok dan lesbok. Sekalian hitung-hitung berbagi pengalaman.

Tapi sebelum-na, perkenankan ane sedikit menjelaskan perihal nama yang tertera di atas. Kalo di alam blogosphere, ane dikenal dengan nama sederhana, Cabe Rawit. Akan tetapi sebenarnya ane punya nama laen yang cuma ane pake buat keperluan atawa kondisi khusus. Misalnya kalo ane menghadiri daurah IJOT (Ikatan Jomblo Akut) bareng para jombler laennya. Ato juga kalo ane lagi ada di habitat ane yang asli, yaitu negeri onta berpunuk 7.

Nama laen ane adalah Abu Lamma Lakuna bin Laa Fayu-fayu al-Kasiyan Dah Ana. Yang pernah belajar bahasa onta berpunuk 7, insya Allah bakalan ngerti arti dari nama ane yang penuh barokah tersebut. :mrgreen:

rhoma.jpgBaiklah… sebelum-na ane ingin sampein buat para jomblo, sungguh sodara-sodara semua kagak perlu kecil hati ama status jomblo yang disandang dan belon lepas-lepas sampe gini hari. Ingatlah, status jomblo tidak melulu memalukan buat yang menyandangnnya. Sebagaimana pernah disabdakan ama panutan kita semua, raja diraja dangdut, H. Rhoma Irama, dalam salahsatu lagunya. Ane petik sedikit syairnya:

“Enaknya kalau menjadi bujangan, ke mana-mana tak ada yang larang. Hidup terasa ringan tanpa beban, uang belanja tak jadi fikiran oh bujangan… bujangan. dan seterusnya.”

Sungguh benar Rhoma dengan segala lagunya. *ngusap muka*

Maka, nikmatilah kejombloan ini dengan asek-asek.  😛

Selanjutnya, ane mengajak sodara-sodara untuk banyak-banyak bermuhasabah, mengevaluasi diri. Biar kita tahu pangkal dan simpul dari betahnya status jomblo nemplok di diri kita masing-masing. Ada beberapa hal yang kudu kita renungkan, fikirkan dan segera cari jalan keluarnya. Di antaranya:

  1. Seganteng apakah kita? Pada skala berapa indeks wajah kita? Lalu kenapa pula musti tau indeks ketampanan? Hal ini penting, tidak laen agar kemudian dalam menetapkan standar kecantikan calon bini atawa pacar disesuaikan dengan kondisi riil wajah kita. Pada beberapa kasus penolakan cinta, pangkal masalahnya ternyata adalah jomblo yang indeks ketampanannya 1,50 ato di bawah 2 (pada skala 4) menerapkan standar terlalu tinggi, sehingga yang dideketin, dikejar dan dikirimi surat cinta cuma cewek dengan kecantikan pada skala 4, yang parasnya sederajat ama Sandra Dewi,  Luna Maya, atau Titi kamal dan Titi Qadarsih. :mrgreen:  Begitu pula sebaliknya cewek ke cowok.

  2. Setakut apakah jika cinta ditolak? Banyak para jombler yang memilih tidak mengungkapkan perasaan cintanya karena alesan yang teramat sangat begitu rendah! Yaitu takut ditolak! 👿 Padahal, sungguh lebih mulia jombler yang ditolak 1000 kali cintanya setelah mengungkapkan perasaannya pada 1000 tambatan hatinya, ketimbang jombler yang kagak pernah ditolak karena kagak pernah sekalipun menyatakan cinta sama siapapun!!! *tambah semangat kasih tausiyahnya*

  3. Sedewasa apa kita dan dia? Maksud ane adalah faktor kepantasan dan kesetaraan usia. Kalo ente mahasiswa, usia antara 18-25 taon maka carilah yang sepadan. Jomplang umur menang kagak masalah, bahkan ada yang bilang kalo laki sebaeknya sedikit lebih tua dari perempuan. Yang jadi masalah kalo ente mahasiswa terus naksir anak TK kelas nol kecil. Sesabar apapun ente nunggu si pujaan hati dewasa, yang pasti ente bakalan keburu bulukan! :mrgreen:  Maka bersiapalah menjadi pungguk yang merindukan bulan, bertepuk sebelah tangan…

Demikianlah beberapa bahan perenungan sekaligus nasihat yang bisa ane sampein kali ini. Selebihnya sodara-sodara dapat mengembangkannya lebih lanjut. Semoga tausiyah ini bermanfaat dan dapat menjadi sebuah pencerahan bagi kita, yang masih menyandang gelar Jomblo Akut. Ameen.

Salam pedes…

 

Posted in Agama, Artikel, Blogger, Bujang, Cabe Rawit, Celotehan, Cerita, Curhat, Freedom, Iseng, Jomblo, Kajian, Nasihat, Pendidikan, Perkenalan, Renungan, Sampah, Umum, Woro-woro | 82 Comments »

Malu Atuh Ama Blogger Arab & Myanmar…!

Posted by Cabe Rawit pada Februari 6, 2008

Gantung DiriPostingan perdana ane kali ini -soalnya postingan yang kemaren sekedar perkenalan doang- mau sedikit nyorotin blogger WP yang bunuh diri belom lama ini. Ane kagak perlu bilang blogger mana atawa siapa yang ane maksud. Ane kagak mau nge-ghibah orang!!! Soalnya ustadz ane bilang kalo nge-ghibah itu sama artinya makan daging mayat sodara sendiri.

Jadi,  biar kata ente-ente semua pada maksa ane, sampe ngalungin golok si Gobang ke leher ane punya, ane kagak bakalan bilang kalo yang ane maksud salahsatunya adalah Antosalafy yang juga sering disebut Anto Maulid.  Sorry aja, ane orangnya istiqomah ama prinsip. Sekali ane bilang kagak, ya kagak… 👿

Ane juga kagak akan ngulas sabab-musabab kenapa blogger WP ini bunuh diri. Ane yakin ente kebanyakannya udah pada tau. Banyak yang akhir-na ngerasa ikutan punya andil jadi sabab bunuhnya diri itu blogger, misalnya Retorika, Wak Abdul Somad, Aswaja, Ibnu Abdul Muis Amed, ama beberapa blogger laennya yang ane masih lupa nama ama alamat blog-na. :mrgreen:

Buat yang ikutan ngerasa bedosa, ane saranin cepetan bertobat, karena selama malaekat maut belon dateng ngejemput ente punya nyawa, pintu tobat tetap terbuka….

fouadmasnet.jpgAne cuma mau bilang, kalo kritikan atawa serangan verbal dari blogger laen ama kita kagak pantes dijadiin alesan kita bunuh diri, itu sama aja nunjukin kalo mental kita mental tahu. Coba berkaca ama blogger Arab, Fouad al-Farhan (32 tahun), yang ngejadiin blog sebagai pangkalan buat nyampein pandangan-pandangan politiknya, ngeritik pemerintahan otoriter Arab Saudi,  dan ujung-ujungnya Akhi mas Fouad kudu berurusan ama pihak berwajip kerajaan Saudi-Wahaby. Ente bisa baca beritanya lebih lengkep di sini.

biksu_myanmar-ngenetafp300.jpgAtawa blogger populer Myanmar, Nay Phone Latt (kalo di sini mungkin sepopuler Hoek Soegirang, Antobilang, Guhpraset, cK StuffPadepokan Budi Rahardjo, dan tentunya sebentar lagi ane )  yang juga “dibungkam” ama junta militer laknatullah lantaran postingan-postingan di blog-na. Blog  si Nay Phone Latt (nama ini kalo artinya “Si Nay yang kalo disuruh cepetan nelepon suka telat”. Ah… garing kan??? :mrgreen: )  isinya mengulas kehidupan sehari-hari di Myanmar dan menjadi forum buat diskusi soal politik, sosial dan budaya. Nay Phone juga banyak ngomong soal sulitnya kehidupan sehari-hari di Myanmar ama meningkatnya biaya hidup. Ia nulis blognya pake bahasa Burma bergaya novel. Kalo penasaran silahkan klik di sini.

Akhi Fouad ama Nay adalah contoh blogger yang punya mental baja. Jangan kata  cuma diserang ama blogger laen, dibunuh karakternya, dilecehkan atawa dihina-dinakan… Resiko ditangkep pun mereka siap. Mungkin karena mereka punya prinsip memperjuangkan kebenaran. Engkong ane bilang, kalo orang yakin ama yang diperjuangkannya, itu orang bakalan siap ngadepin resiko apapun, mati pun kagak takut. Lagian, segimana rasanya sih dilecehkan, dihina, direndahkan, dibunuh karakter ama blogger laen? ketemu orangnya aja kagak? Cuek aja lagi bro…

Nah, buat kita para blogger di Endonesa… wabil khususnya buat yang udah kadong bunuh diri, apa kagak malu ama blogger Arab & Myanmar?

Catetan biar kentara lebih jelas:

  1. Yang dimaksud bunuh diri, yaitu mematikan blog-na sama sekali. Biasanya diawali pake acara pamitan, minta pendapat atawa pengumuman mau bunuh diri. Jadi yang pindah tempat, hiatus, atawa kagak mosting lagi alias gak nge-up-date, kagak masuk kriteria yang dimaksud.
  2. Alasan bunuh dirinya, karena terlibat konflik non-verbal di blog atawa adu “mulut”, Bukan karena alasan laen. Tapi lebih karena ngerasa disudutkan ama blogger laen.

Salam pedes dari ane…

 

Posted in Agama, Artikel, Blogger, Cabe Rawit, Celotehan, Curhat, Demokrasi, Freedom, Iseng, Manhaj, Pendidikan, Renungan, Sampah, Umum | 44 Comments »

Kenalin, nama ane Cabe Rawit!

Posted by Cabe Rawit pada Januari 31, 2008

Cabe Rawit

Mau ngenalin diri nih…. Panggil saja ane Cabe, karena emak sama babe juga sering manggil ane begitu dari kecil. Lengkapnya Cabe Rawit, bahasa latinnya Capsicum frutescens L. Biar kata nama ane Cabe, tapi beneran sumpeh, ane gak suka sama makanan pedes. Sekalinya makan yang pedes, bisa bolak-balik ke toilet. Kata dokter sich perut ane gak kuat dengan kandungan basanya. Mungkin karena postur ane yang gak terlalu tinggi, tepatnya boncel, mangkanya ane suka dipanggil cabe rawit… eh, nyambung apa kagak ya? :mrgreen:

Tapi biar kata kecil, soal berantem ane biangnya sedari kecil. Prinsip ane, selama itu buat menjaga kehormatan, belain harga diri, negakin kebenaran dan keadilan, siapapun ane adepin! Elu jual, gua beli… Asal cocok harganya aja cing! Ya, tentunya selama lawannya lebih kecil dari ane… :mrgreen:

Masih soal nama Cabe Rawit. Emak sama babe kagak sembarangan ngasih ane nama kayak begitu, apalagi iseng kagak bertanggungjawab. Orang kampung bilang, segala sesuatunya pasti ada makna filosofinya!. Syahdan, emak ane cerita nih, satu hari pas ane brojolan dari perut emak, babe langsung grusukan kaya Kopaja ngejar setoran nyari nama yang baik buat anak laki bontotnya. Soalnya nama yang udah babe siapin semuanya nama anak perempuan, sebangsaning Markonah, Siti Solehah, Juleha, Mimin, dan Sarimin Pergi Ke Pasar (perasaan nama yang terakhir kaya nama anak laki, yang juga sering dipinjem namanya ama tukang doger monkey????).

Yang punya dosa besar dokter kandungan, karena dokter bilangnya jabang bayi dalam perut emak perempuan berdasarkan hasil USG. Eh, yang brojol anak laki. Dokter bilang, hasil USG gak mungkin salah, emang bener anak perempuan. Cuman pas beberapa hari mau lahiran, katanya ane suka narikin “kepunyaan sendiri” terus melintir-melintir “si dia” di dalem rahim emak, makanya berubah jadi panjang. Emak sama babe waktu itu percaya aja, maklum orang kampung yang sekolahnya cuman sampe halaman sekolah, abis itu balik lagi ke rumah. Kalo ane, sebagai anak kuliahan, wawasannya sudah lumayan luas, pengetahuan soal biologi juga cukup dalem. Mangkanya, ane ikutan percaya juga sama itu dokter, kalo ane dulu bakal calon perempuan gak jadi! :mrgreen: Nah, mangkanya itu ortu kagak ada persiapannya sama sekali buat nama anak laki.

Masih kata emak, babe dapet ilham nama Cabe Rawit sehabis solat istikharah, solat buat minta pentunjuk ama yang di atas sono. Abis solat istikharah pan disaranin tidur biar mimpi, terus entar dari mimpi kita bisa tahu gimana petunjuk-Nya. Ini kata engkong ane yang kebetulan guru ngaji madrasah di kampung. Makanya babe tidur. Konon kata babe di mimpinya, babe ceritanya kena penyakit wasir, dokter bilang ambeyen. Kalau kata orang Sunda mah, nongtot bool. :mrgreen: Nah, masih kelanjutan mimpinya babe, babe ketemu sama dokter Boyke, cuman dalam mimpinya babe, dokter boyke udah gak jadi dokter ahli kandungan ama seksologi. Tapi udah ganti profesi jadi ahli herbal, tukeran tempat ama professor Hembing, profesor Hembing yang jadi ahli seksologi.

Ceritanya, babe minta resep buat ngobatin penyakit wasirnya. Eh, dokter Boyke bilang -beliau masih tetep kentara kemayunya- kalau wasir obatnya gampang: Cabe Rawit! Caranya, cabe rawit lengkap dengan pucuk tangkainya ditelen bulet-bulet, gak boleh dikunyah apalagi dibikin sambel. Babe awalnya kagak percaya, apalagi dokter Boyke waktu ngasih penjelasan, matanya terus nyuri-nyuri pandang ke resluiting celana babe yang emang kelupaan ditutup ama babe. Babe jadi risih gitu… (sorry rada gak nyambung!)

Kata dokter Boyke, cabai rawit yang rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pankreas. Tumbuhan yang satu ini punya khasiat tonik, juga bisa jadi stimulan kuat buat kita punya jantung dan aliran darah, antireumatik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas. Jadi, digunakan sebagai campuran obat gosok), peluruh kentut -babe kebetulan pantatnya gak sekolah tinggi- (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur, dan peluruh kencing (diuretik).

Karena babe rasa penjelasannya ilmiah, mangkanya babe percaya terus nelen 6 butir cabe rawit. Cespleng, babe sembuh….!!! Saat itu juga!!! Sebagai tanda terimakasih, babe nanya sama dokter boyke kira-kira musti gimana cara ngebales kebaikannya. Dokter Boyke gak minta apa-apa… cuma minta ditemenin satu malem di Puncak Pass aja sama babe!!! (untung cuman mimpi) :mrgreen:

Yah, begitulah, begitulah… Akhirnya karena menurut babe alamat mimpinya bagus, babe kasih nama ane Cabe Rawit. Mudah-mudahan aja ane bisa jadi anak baik yang bisa ngasih manfaat buat orang banyak, seperti khasiatnya cabe rawit… Amin

Ampir-ampiran lupa, ane tau ngeblog pertama kali dari temen sekampus. Kata sohib, ngeblog itu bagus buat nge-ekpresiin diri gitu… Pan katanya di blog ada kemerdekaan buat ngomong apa aja. Mau curhat, ngelempar ide, ngopini sampe nulis yang kagak ada gunanya juga bebas merdeka.

Setelahnya ikutan sekedar liat sohib ngeblog, kayaknya asyik punya. Yah, siapa tahu bisa jadi penulis top margotop. Pan kalau mau sesuatu, kudu belajar dulu dari nol. Nah, ane pikir di blog ane bisa kursus nulis. yang jadi isntruktur ama pemerhatinya, ya para blogger juga.

Jadi sebelumnya ane mau minta beribu-ribu maaf, kalau ke depannya ada salah-salah kata. Mohon dimaklumin aja, namanya orang baru belajar…

Halamannya juga masih acak-acakan, belon sempet dirapihin. ntar aja sambil jalan. Kalau bisa, yang udah pada senior, tolongin juga kasih sumbang saran sama ane musti bagaimana buat blog yang bagus, bukan cuman sekedar tampilannya tapi juga bobot tulisannya. Makasih banget…

Salam pedes…  Dari ane,

Cabe Rawit

 

Posted in Agama, Artikel, Celotehan, Cerita, Curhat, Iseng, Kajian, Manhaj, Perkenalan, Puisi, Renungan, Umum, Wahabi, Woro-woro | 95 Comments »